Tanda-Tanda I’rab Nashob (Mutammimah Al Ajurumiyah)

Bab Tanda-tanda i’rab nashob (Mutammimah Al Ajurumiyah)

وللنصب خمس علامات : الفتحة وهي الأصل والألف والكسرة والياء وحذف النون وهي نائبة عن الفتحة

: فأما الفتحة فتكون علامة للنصب في ثلاثة مواضع

في الاسم المفرد منصرفا كلن أو غير منصرف نحو: {وَاتَّقُواْ اللهَ} سورة البقرة (189)؛ {وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَقَ وَيَعْقُوبَ} سورة الأنعام (84)؛ {وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَى} سورة البقرة (51)

وفي جمع التكسير منصرفا كان أو عير منصرف نحو: {وَتَرَى الْجِبَالَ} سورة النمل (88)؛ {وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً} سورة الفتح (20)؛ {وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى} سورة النور (32)

وفي المضارع إذا دخل عليه ناصب ولم يتصل بآخره شيء نحو: {لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا} سورة الحج (37)

أما الألف فتكون علامة النصب في السماء الستة نحو: {مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ} سورة الأحزاب (40)؛ {وَنَحْفَظُ أَخَانَا} سورة يوسف (65)؛ وقولك رأيت حماك وهناك؛ {أَن كَانَ ذَا مَالٍ} سورة القلم (14)

وأما الكسرة فتكون علامة النصب نيابة عن الفتحة في جمع المؤنث السالم وما حمل عليه نحو: {خَلَقَ السَّمَاوَاتِ} سورة الأنعام (1)؛ {وَإِن كُنَّ أُولَاتِ حَمْلٍ} سورة الطلاق (6)

: وأما الياء فتكون علامة للنصب في موضعين

في المثنى وما حمل عليه نحو: {رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ} سورة البقرة (128)؛ {إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ} سورة يس (14) ؛ {رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ} سورة غافر (11)

وفي جمع المذكر السالم وما حمل عليه نحو: {نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ} سورة الأنبياء (88) ؛ {وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلاَثِينَ لَيْلَةً} سورة الأعراف (142)

وأما حذف النون فيكون علامة للنصب في الأفعال التي َرْفعُها بثبات النون نحو : {إِلاَّ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ} سورة الأعراف (20)؛ {وَأَن خَيْرٌ لَّكُمْ} سورة البقرة (184) ؛ ولن تقومي

Tanda-tanda I’rab Nashob

I’rab nashob memiliki lima tanda, yaitu fathah, dan inilah tanda nashob pada aslinya, kemudian Alif, Ya’, dan membuang Nun merupakan tanda pengganti dari fathah.

Adapun fathah menjadi tanda nashob pada tiga tempat :

Pertama, pada isim mufrod, baik yang munshorif (menerima tanwin) atau ghoiru munshorif (tidak menerima tanwin), contoh

{وَاتَّقُواْ اللهَ}

“…Dan bertakwalah kepada Allah …” ( QS. Al Baqarah : 189)

{وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَقَ وَيَعْقُوبَ}

“Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepadanya…” (QS. Al An’am : 84)

{وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَى}

“Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan kepada Musa…” (QS. Al Baqarah : 51)

Ke dua, pada jama’ taksir, baik yang munshorif (menerima tanwin) atau ghoiru munshorif (tidak menerima tanwin), contoh :

{وَتَرَى الْجِبَالَ}

“Dan engkau akan melihat gunung-gunung…” (QS An Naml : 88)

{وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً}

“Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan perang yang banyak…” (QS Al Fath : 20)

{وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى}

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang…” (QS. An Nur : 32)

Ke tiga, pada fi’il mudhori’, yaitu ketika ia di masuki amil nashab dan tidak bersambung dengan sesuatu apapun (yaitu alif tatsniyah, wawu jama’ah atau ya’ muannats mukhotobah) di akhirannya, contohnya :

{لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا}

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah…” (QS. Al Hajj : 37)

Adapun Alif menjadi tada i’rab nashob pada al asma’ as Sittah (isim-isim yang enam), contoh :

{مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ}

“Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu…” (QS. Al Ahzab : 40)

{وَنَحْفَظُ أَخَانَا}

“…dan kami akan memelihara saudara kami…” (QS. Yusuf : 65)

رأيت حماك وهناك

Dan perkataanmu : “Saya melihat mertuamu dan Anu mu.”

{أَن كَانَ ذَا مَالٍ}

“Karena ia banyak harta…” (QS. Al Qolam : 14)

Adapun kasroh menjadi tanda i’rab nashob sebagai pengganti fathah pada jama’ muannats salim dan isim-isim yang di samakan dengannya, contoh :

{خَلَقَ السَّمَاوَاتِ}

“…Dia (Allah) telah menciptakan langit…” (QS. Al An’am : 1)

{وَإِن كُنَّ أُولَاتِ حَمْلٍ}

“…Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil…” (QS Ath Thalaq : 6)

Adapun Ya’ menjadi tanda i’rab nashob pada dua tempat :

Pertama, pada Isim tastniyah dan isim-isim yang di samakan padanya, contoh :

{رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ}

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu…” (QS. Al Baqarah : 128)

{إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ}

“(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan…” (QS. Yasin : 14)

{رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ}

“Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali…” (QS. Ghafir : 11)

Ke dua, pada jama’ mudzakkar salim dan isim-isim yang di samakan dengannya, contoh :

{نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ}

“…Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman…” (QS. Al Anbiya’ : 88)

{وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلاَثِينَ لَيْلَةً}

“Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam…” (QS. Al A’raf : 142)

Adapun membuang nun menjadi tanda i’rab nashob pada fi’il-fi’il yang rofa’nya dengan tetapnya nun (Al Af’al Al Khomsah), contoh :

{إِلاَّ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ}

“…agar kamu berdua tidak menjadi malaikat …” (QS. Al A’raf : 20)

{وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ}

“…dan puasamu itu lebih baik…” (QS. Al Baqarah : 184)

ولن تقومي

Kamu (perempuan) sekali-kali tidak akan berdiri.

Leave a Response