Al Kalam (Mutammimah al Ajurumiyah)

Bab al Kalam (Mutammimah al Ajurumiyah)

الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع وأقلّ ما يتألّف من اسمين نحو : زيدٌ قائمٌ أو من فعل واسم نحو : قام زيدٌ ، والكلمة قول مفرد وهي اسم وفعل وحرف

فالاسم يعرف بالإسناد إليه، وبالخفض وبالتنوين وبدخول الألف واللام وحروف الجر الخفض. والفعل يعرف بقد والسين وسوف وتاء التأنيث وهو ثلاثة أنواع: ماضٍ ويعرف بتاء التأنيث الساكنة نحو: قامت وقعدت ومنه نعم وبئس وليس وعسى على الأصح

ومضارع يعرف بدخول لم عليه نحو لم يقمْ. ولابد في أوله من إحدى الزوائد الأربع وهي: الهمزة والنون والياء والتاء، يجمعها قولك: نأيت.

ويضم أوله إذا كان ماضيه على أربعة أحرف؛ دحرج يُدحرج، أكرم يُكرم وفرّح ُيفرّح، وقاتل يُقاتل؛ ويفتح في ما سوى ذلك، نحو نصر يَنصر، وانطلق يَنطلق، واستخرج يَستخرج

وأمر يعرف بدلالته على الطلب وقبوله ياء المخاطبة المؤنثة نحو: قومي واضربي، ومنه هات وتعال على الأصح

والحرف ما لا يصلح معه دليل الاسم ولا دليل الفعل نحو : لم، في، هل

Kalam adalah lafadz yang tersusun dari dua kata atau lebih yang berfaidah (memberi kepahaman) dan diucapkan dengan sengaja atau berbahasa arab.

Paling sedikit kalam tersusun dari dua isim contoh :

(Zaid itu berdiri) زَيْدٌ قَائِمٌ

atau terdiri dari fiil dan isim contoh :

(Zaid telah berdiri) قَامَ زَيْدٌ

Kalimat adalah ucapan yang tunggal / berdiri sendiri (dalam bahasa Indonesia disebut kata)

kalimat itu ada tiga :

  1. Isim (kata benda)
  2. Fiil (kata kerja)
  3. Huruf yang bermakna

Kalimat isim (kata benda) itu bisa di kenali dengan lima tanda yaitu : Isnad ilaih, khofd (di i’rab jer), tanwin, kemasukan alif lam dan huruf jer.

Kalimat fiil (kata kerja) bisa dikenali dengan empat tanda yaitu : Qod (قد), Sin (س), Saufa (سوف), dan Ta’ ta’nits (تْ).

Kalimat fiil (kata kerja) di bagi menjadi tiga macam :

Pertama adalah Fiil Madhi, ia dapat di kenali dengan ta’ ta’nits (ta’ perempuan) yang di sukun. Contoh :

[Dia (perempuan) telah berdiri] قَامَتْ

[Dia (perempuan) telah duduk] قَعَدَتْ

Termasuk katagori fiil madhi adalah kata (نِعْمَ، بِئْسَ، لَيْسَ، عَسَى) menurut pendapat yang lebih benar.

Ke dua adalah Fiil Mudhori’, ia dapat di kenali dengan masuknya huruf لَمْ . contoh :

[Dia (laki-laki) belum berdiri] لَمْ يَقُمْ

Adapun Fiil mudhori’ itu harus di dahului oleh salah satu dari empat huruf tambahan berupa hamzah (أ), nun (ن), ya’ (ي), dan ta’ (ت) yang kesemuanya terkumpul dalam kata : نأيت

Huruf awal fiil mudhori’ harus dibaca dhommah ketika fiil madhinya terdiri dari empat huruf, contoh :

.دَحْرَجَ – يُدَحْرِجُ، أَكْرَمَ – يُكْرِمُ، فَرَّجَ – يُفَرِّجُ، قَاتَلَ – يُقَاتِلُ

Dan dibaca fathah pada selain fiil yang tidak terdiri dari empat huruf, contoh :

ُنَصَرَ-يَنْصُرُ، انْطَلَقَ – يَنْطَلِقُ، اسْتَخْرَجَ – يَسْتَخْرِج

Ke tiga adalah Fiil Amr, ia dapat dikenali melalui maknanya yang menunjukkan permintaan (perintah) dan dapat di masuki ya’ muannats mukhatabah, contoh :

قُمْ – قُمِي، اضْرِبْ – اضْرِبِي

Termasuk kategori fiil amr adalah kata (تَعَالَى dan هات ) menurut pendapat yang lebih benar.

Adapun kalimat Harf (kata huruf) adalah Tiap-tiap kata yang tidak bisa di masuki oleh tanda-tanda isim dan fiil, contoh :

.لَمْ، فِي، هَلْ

Leave a Response